Panglima KOTI DPP Hulubalang LAMR Datuk Imas Kecam Keras Rencana Pencalonan Munawar Rosidi Jadi Panglima Tameng Adat Bengkalis Lagi

Terkini 18 Oct 2026 19:22 • 2 min read • 43 views • By admin

Share berita ini

Panglima KOTI DPP Hulubalang LAMR Datuk Imas Kecam Keras Rencana Pencalonan Munawar Rosidi Jadi Panglima Tameng Adat Bengkalis Lagi
Datuk Imas Kecam Keras

MANDAU / BENGKALIS  - Gelombang penolakan terhadap wacana pencalonan kembali Munawar Rosidi sebagai Panglima Tameng Adat LAMR Kabupaten Bengkalis semakin menguat dan memanas. Langkah mantan pimpinan yang pernah terjerat kasus asusila tersebut dinilai sangat mencederai martabat serta marwah masyarakat adat Melayu.



Fredi Noza (Kincai), selaku orang tua dari korban, bersama salah satu pimpinan Aliansi Anak Melayu Mandau Kabupaten Bengkalis menyampaikan langsung ketidaksukaan serta penolakan keras mereka kepada Panglima Komando Inti (KOTI) DPP Hulubalang LAMR, Datuk Imas.

Dalam pertemuannya, Fredi Noza menyampaikan rasa kecewa yang mendalam atas munculnya keinginan Munawar Rosidi untuk kembali berkuasa. Pihak keluarga korban bersama Aliansi Anak Melayu Mandau menilai keberadaan figur yang memiliki rekam jejak kasus asusila di panggung pimpinan adat sangat melukai perasaan korban, keluarga, serta masyarakat Melayu di Mandau dan Bengkalis.

Menanggapi aduan dan aspirasi tegas tersebut, Panglima KOTI DPP Hulubalang LAMR, Datuk Imas, mengecam keras dan mengutuk rencana pencalonan Munawar Rosidi. Datuk Imas menegaskan bahwa kelembagaan adat harus steril dari pimpinan yang cacat moral dan hukum.



"Jangan gara-gara nila setitik, rusak susu sebelanga," tegas Datuk Imas.

"Lembaga adat dan Tameng Adat adalah benteng marwah negeri yang berlandaskan Sarak Mengaji, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Kami mendengar langsung pernyataan dari Saudara Fredi Noza (Kincai) serta Aliansi Anak Melayu Mandau. Jika Tameng Adat dipimpin kembali oleh orang yang pernah terjerat kasus asusila, maka kehormatan dan kewibawaan marwah adat Melayu yang dijaga para tetua akan hancur dan tercoreng secara keseluruhan," lanjutnya.


Datuk Imas mendesak pihak-pihak terkait dalam penentuan kepemimpinan Tameng Adat LAMR Bengkalis agar bijaksana, mendengarkan jeritan keluarga korban, dan menghentikan segala upaya untuk mendudukkan kembali figur yang bermasalah secara moral demi menjaga kesucian tatanan adat Melayu Riau.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Media Mitra Indonesia Satu