PANDUAN MENURUT AJARAN ISLAM: MENDAMPINGI ORANG SAKARATUL MAUT
MediamitraIndonesasatu.com - Panduan ini disusun berdasarkan dalil Al-Qur'an dan Hadits yang shahih serta pendapat para ulama fiqih yang disepakati. Penjelasan di sini bersifat informasi umum. Untuk kondisi khusus, disarankan berkonsultasi langsung dengan ulama atau tokoh agama setempat.
SAAT SAKARATUL MAUT MASIH BERLANGSUNG
Menghadapkan Tubuh ke Arah Kiblat
- Dianjurkan memposisikan tubuh miring ke kanan, menghadap arah Kiblat
- Jika tidak memungkinkan, boleh berbaring telentang dengan wajah dan telapak kaki diarahkan ke Kiblat
- Sumber: Riwayat Imam Baihaqi dan Hakim, dari kisah Bara' bin Ma'rur, yang dibenarkan oleh Rasulullah ﷺ
Menalqinkan Kalimat Tauhid
- Dianjurkan membisikkan dengan suara lembut dan tenang di telinganya:
"Laa ilaaha illallah" — Tidak ada Tuhan selain Allah
- Cukup diingatkan sekali atau dua kali. Jika orang tersebut sudah mengucapkannya sendiri, maka berhentilah menalqin, tidak perlu diulang terus-menerus. Jika ia berbicara hal lain, ingatkan kembali dengan lembut
- Dalil: Rasulullah ﷺ bersabda:
"Talqinlah orang-orang yang akan meninggal di antara kalian dengan kalimat: Laa ilaaha illallah." (HR. Muslim no. 916, Abu Dawud no. 3117, dari Abu Sa'id Al-Khudri RA)
"Barang siapa yang akhir ucapannya adalah 'Laa ilaaha illallah', maka ia akan masuk surga." (HR. Abu Dawud no. 3118, Ahmad, hasan sanad)
- Catatan Ulama: Para ulama sepakat talqin ini disyariatkan. Namun, dimakruhkan jika diulang-ulang secara berlebihan
Membacakan Surah Yasin
- Dianjurkan membacakan Surah Yasin di dekat orang yang sedang sakaratul maut
- Dalil: Rasulullah ﷺ bersabda:
"Bacakanlah Yasin kepada orang yang akan meninggal di antara kalian." (HR. Ibnu Hibban, Abu Dawud, an-Nasa'i)
- Catatan: Hadits ini dinilai berbeda derajat ke-shahih-annya oleh sebagian ulama. Sebagian ulama menganjurkannya sebagai bentuk kebaikan, namun tidak wajib dilaksanakan
Berdoa dan Menjaga Ketenangan
- Memanjatkan doa untuk kemudahan baginya. Malaikat mengaminkan doa yang dipanjatkan di sisi orang yang sakaratul maut
- Menjaga suasana tetap tenang. Menangis berlebihan atau histeris di hadapannya dianjurkan untuk dihindari karena dapat mengganggu dan memberati batinnya
- Tetap menemaninya, jangan dibiarkan sendirian
SETELAH NAFAS BERHENTI:
Langkah Penjelasan
✅ Pejamkan matanya Usap matanya dengan lembut dan berdoa untuknya
✅ Ikat rahangnya Agar mulut tidak terbuka
✅ Luruskan anggota tubuh Tutup seluruh tubuhnya, jaga auratnya
✅ Segera urus jenazah Memandikan, mengafani, mensalatkan, dan menguburkan secepat mungkin tanpa menunda-nunda, kecuali ada keperluan mendesak
📌 HAL-HAL YANG PERLU DIPAHAMI DENGAN BENAR
Yang Tidak Dianjurkan Penjelasan Sesuai Ajaran
❌ Memaksa talqin berulang-ulang Cukup diingatkan dengan lembut. Jika sudah diucapkan sendiri, berhentilah
❌ Menangis histeris/berteriak Menangis wajar, namun keributan dihindari agar tidak mengganggu ketenangan terakhirnya
❌ Meyakini pasti ada hasil Hasil akhir adalah hak mutlak Allah SWT. Kita hanya berusaha menuntun kebaikan, sisanya adalah urusan Allah
✅ Doa keluarga diterima Doa yang tulus dari orang terdekat sangat dianjurkan, karena malaikat mengaminkan doa tersebut
📡 Sumber Rujukan:
- Shahih Muslim, Kitab Al-Jana'iz
- Sunan Abu Dawud, Kitab Al-Jana'iz
- Sunan Ibnu Majah, Sunan An-Nasa'i
- Bulughul Maram — Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani
- Fiqih Sunnah — Sayyid Sabiq
- Syarh Shahih Muslim — Imam An-Nawawi
- Penjelasan para ulama, MUI, dan lembaga keislaman
⚠️ Pernyataan: Panduan ini disusun berdasarkan sumber-sumber keilmuan Islam yang tersedia. Bukan merupakan fatwa pribadi. Pembaca disarankan mengonfirmasi langsung kepada ulama atau tokoh agama setempat untuk penanganan di lapangan sesuai kondisi masing-masing.
Redaksi
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Related Articles